Dinamika Komunikasi Dalam Keluarga

Yulita Daru Priliantari, Agus Rustanta, Rs Kurni Setyawati

Abstract


Everyone grown on his or her generation. Children who grow up today experience the development information and communication technology. Communication pattern is also moving from interpersonal communication to digital communication. It supported by the development of smartphone and social media. The develoment of communication technology will varify the problems faced by parents. The quality and quantity of interpersonal communication is now decreasing. Communication between person in the family is now substituting by virtual communication via social media. The purpose of this research is to see the communication pattern between parents and children especially women children when theiru parents are apart of one of them died. Data were collected through interview with five young women. They all were alumni of Tarakanita School of Communication and Secretarial Studies and have been working for several years. Now they are studying at the same campus to complete the Bacheler’s Degree. It was found out that when parents were still united or together and there was no interference for others, communication took place in a good way. Communication between children and parents were not going on well. Commucitation between father and mother was also good. However, when there was a turbulence in the family caused by death or interference of the third party, communication was disputed or upset. Communication between mother and father is disturbed and so is the communication between children and parent. It was found out that there was a tendency that mother became more possessive and over protective. The comclusio is that inharmony family background of turbulence because of death did not effect to the children’s attitude and behavior. They are not dissolved by the family matters. On the other hand, they successfully change the weaknesses into strengths. On the other words, communication barriers caused by the family matters will not always give negative impact to children. They still have the spirit for a better life


Setiap anak membawa jamannya, begitu istilah yang sering dipergunakan untuk menggambarkan kondisi, keadaan dan kecenderungan yang dialami oleh setiap generasi. Demikian pula anak muda jaman sekarang, tak lepas dari kekhasan era informasi dan komunikasi yang ada pada saat ini. Pola komunikasi keluarga mengalami pergeseran dari komunikasi antar-personal dan komunikasi verbal ke komunikasi digital. Aktivitas, kesibukan dan masalah yang dihadapi  orangtua menjadi sebab terbatasnya kuantitas dan kualitas  komunikasi antar-anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pola komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak terutama anak perempuan ketika orang tua harus berpisah atau karena salah satu dari kedua orang tua meninggal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola-pola komunikasi yang terjadi di dalam keluarga dengan orang tua tunggal baik karena meninggal atau karena sebab lain dan harus berpisah.

 

Data diperoleh melalui wawancara kepada lima alumni STIKS Tarakanita yang semuanya perempuan. Mereka sudah menyelesaikan program D3, sudah bekerja dan saat ini sedang meneruskan studi di Program Strata Satu. Dari wawancara dapat diketahui bahwa pada saat kedua orang tua lengkap dan tidak ada intervensi dari pihak luar komunikasi terjalin dengan baik dengan seluruh anggota keluarga. Namun ketika terjadi guncangan baik karena sebab alamiah yaitu karena salah satu orang tua meninggal atau karena pihak lain sehingga menyebabkan kedua orang tua berpisah, komunikasi menjadi terganggu. Komunikasi antara ayah dan ibu terganggu, demikian juga komunikasi antara anak dan orang tua. Di sisi lain, ada kecenderungan bahwa anak akan mengikuti ibunya ketika orang tua harus berpisah. Dengan keadaan ini, ibu cenderung menjadi lebih possesive dan over protective. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa latar belakang keluarga yang kurang harmonis atau ketimpangan keluarga akibat kematian tidak mempengaruhi sikap dan perilaku anak. Mereka tidak larut dalam kehancuran keluarga namun justru mereka mampu mengelola kekurangan ini menjadi sumber kekuatan untuk berjuang sehingga tidak makin terpuruk oleh keadaan. Dengan kata lain, kendala  komunikasi akibat perceraian orangtua dan semua masalah yang ditimbulkan ternyata tidak selalu memberikan dampak negatif bagi daya juang anak. Mereka tetap memiliki daya juang dan bertanggung jawab untuk hidupyang lebih baik


Keywords


Komunikasi, Pola Komunikasi, Keluarga, kemandirian

References


Bandura, Albert. 1973. A social learning analysis. Englewood Cliffs, NJ:Prentice-Hall.

Devito, Joseph A. 2007. The Interpersonal Communication Book. Pearson Education, Inc.

Effendy, Onong Uchjana. 2000. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. PT Citra Aditya Bakti: Bandung.

Fitzpatrick, Marry Anne. 1988. Between Hunbands and Wives: Communication in Marriage. Sage Publications.

Hubeis, Sari A, Mangkuprawira S, & Saleh, A. 2010. Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga dalam Fungsi Sosialisasi Keluarga terhadap Perkembangan Anak. Journal Komunikasi Pembangunan Vol. 8., No. 2.

Morrisan. 2013. Teori Komunikasi: individu hingga massa. Edisi Pertama. Jakarta: Prenada Media Group.

Morrisan. 2010. Psikologi Komunikasi. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Rogi, Brian Abraham. 2015. Komunikasi Keluarga dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja di Kelurahan Ttaaran I Kecamatan Tondano Selatan. Jurnal ‘Acta Diurna’ Vol. 4., No. 4.

Sarlito, Mas. 2010. Teori-Teori Psikologi Sosial. Jakarta: Kharisma Putra Utama Offset.

Setyowati. Yuli. 2005. Pola Komunikasi Keluarga dan Perkembangan Emosi Anak. Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 2., No. 1 halaman 67-78.

Tangkudung, J.P.M. 2014. Peranan Komunikasi Keluarga dalam Mencegah Kenakalan Remaja di Kelurahan Malalayang I Kecamatan Malalayan. Journal Vol 3., No. 1.

PP No. 21 tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga Sejahtera.

UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Gary Chapman.2007. 5 Bahasa Cinta menghadapi Remaja.Yogyakarta: Quills Book Publisher.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis

Publisher: STIKS Tarakanita Copyright